Akhir-akhir ini ramai di media tentang penggerebekan sebuah warung oleh Satpol PP yang buka di siang hari pada bulan Ramadhan. Kisah ini tentunya “heboh” karena banyak yang menshare di media sosial yang gambarnya (mungkin juga kabarnya) diambil dari media elektronik. Siapa yang masih meragukan “power of social networking”? Tidak hanya dalam penyebaran isu (yang masih belum jelas benar salahnya), tidak hanya dipakai untuk promosi barang/jasa, tidak hanya untuk kampanye pemilu dan pilkada.. tapi socmed juga sangat powerfull untuk penggalang dana atau istilah kerennya adalah crowdfunding. Masih ingat kisah Koin untuk Prita? atau Koin untuk Bilqis? ada juga Koin untuk Rio? Yups.. itulah sedikit kisah  tentang crowdfunding yang pernah marak di pengguna socmed Indonesia. Coba bayangkan jika 10% saja penduduk indonesia yang turut menyumbang, dan tiap orang memberikan 1000 rupiah (rasanya pasti lebih..karena penggalangan dana biasanya dengan transfer bank dan tidak mungkin kan transfer 1000??).. maka berapa rupiah yang terkumpul??  200jt jiwa x 10% x Rp. 1000 = 20 M….  WOW fantastis bukaaaan???? Dari berbagai ‘kisah sukses’ crowdfunding tersebut, kita tidak hanya melihat betapa hebatnya penggalang dana lewat sosmed ini.. tapi juga betapa murah hatinya dan tepo seliro masyarakat Indonesia ini… Tapi kenapa masih banyak orang miskin??? Nah, itu sih soal lain lagi.

Anyway, disini saya ingin merangkum Tips bagus dari sebuah artikel yang tidak sengaja saya temukan di Internet dan menurut saya cukup relevan. Artikel ini ditulis oleh Rob Wu tahun 2015 silam. Full artikel dapat dibaca disini.

How to Use Social Media for Crowdfunding Campaigns

#1: Choose Social Channels for the Campaign

When you plan a crowdfunding campaign, focus on the social channels that will provide the most impact. But also take into account where you’re most active socially and on which platforms your community is talking.

#2: Select a Campaign Hashtag

Create a unique hashtag for your crowdfunding campaign and use it in all of your social media postsEncourage your supporters and donors to use the hashtag as well. This helps youkeep track of what people are saying about your campaign and draw in new peopleunfamiliar with it.

#3: Leverage Community Through Facebook

A campaign-specific Facebook page is a central place to host the true believers in your community and post updates without diluting your existing brand or outreach. It’s important to use a push-pull technique when creating your Facebook posts. Take the time to write engaging posts that entice your community to respond. In addition,keep pushing updates to your community.

#4: Find the Right Content Mix

To drive social sharing, use a mix of informative and sales-type posts. About 80% of your campaign-related social posts should educate and inform without focusing on sales. About 20% of your posts should focus on driving the user to contribute or share the crowdfunding campaign.

#5: Track Results and Refine Content

Rather than create a definitive social media calendar, focus on an agile approach to social media.

1. Start by creating one week of content that can be used across all of your social channels.

2. Review and monitor the performance of each social media post. On Facebook,look for shares and comments to measure engagement. On Twitter, look for mentions and retweets.

3. Based on which posts perform the best, tweak your content to get the most impact.

#6: Pitch Your Campaign to Journalists

Before making contact with journalists, familiarize yourself with their work and the outlets they write for. Make sure your story would be a good fit with what they’ve previously written. Then follow them on Twitter and try to build a relationship.

 

Apakah sama dengan praktik crowdfunding di  Indonesia? Sepertinya… dan bila dilihat dari tips terakhir, usaha di medsos ini tidak lepas dari media massa 🙂

“Mudahnya” Menggalang Dana Lewat Medsos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *