Di postingan ini saya ingin berbagi cerita tentang arti sebuah blog bagi saya. Aktivitas nge-blog pertama kali saya jalankan di awal tahun 2006. Kala itu yang sedang naik daun adalah Blogspot (sekarang diakuisisi Google) dan Multiply (yang  sudah RIP). Blog adalah tempat curhat saya yang saat itu sedang stress tingkat tinggi pada masa-masa akhir perkuliahan. Sambil menyusun skripsi saya juga mengambil tawaran kerja di kampus tetangga. Alhamdulillah, skripsi saya masih bisa diselesaikan sesuai dengan rencana. Setahu saya dulu, blog itu seperti Diary online.. tetapi waktu jaman sekolah (SMP-SMA) diary adalah suatu catatan rahasia yang isinya hanya untuk dikonsumsi oleh si penulis. Nah, klo si Blog tujuannya untuk berbagi dengan orang lain di dunia maya. Meskipun saya cukup aktif menulis di Blog saat itu namun saya masih tidak Pe-De klo dibilang sebagai Blogger. Maklum, saya hanya aktif di Blog saya dan jarang melakukan blog walking ataupun membentuk network dengan sesama penulis Blog. So, Blog was just like an online diary for me.

Seiring waktu, lahirlah WordPress… dan saya pun latah ikut membuat blog di sana. Jadi, total saya punya 3 blog diluar blog staff Tel-U ini. Apakah ketiganya aktif? Oooh tentu tidaaak…hahaha. Apapun aktivitas atau pekerjaannya, yang paling sulit itu adalah KONSISTENSI… namanya juga manusia, susah buat istiqomah *nyengir*

Pada saat kuliah S2, saya pernah mendapat tugas merangkum dan mendiskusikan sebuah buku yang berjudul Blog Marketing. Dari buku itu saya baru tahu bahwa Blog banyak kegunaannya selain sebagai tempat curhat si penulis. Blog juga bisa menjadi salah satu “bisnis” untuk pemiliknya. Bagi sebuah perusahaan, Blog bisa digunakan sebagai media interaktif untuk berkomunikasi dengan para pelanggannya. Dulu, sebelum ada sosmed seperti Facebook dan Twitter, blog dianggap sebagai media yang efektif untuk membangun customer relationship. Dari blog, perusahaan dapat meminta feedback dari pelanggannya terhadap produk-produk mereka. Melalui blog, perusahaan dapat mempromosikan produk barunya.

blog_marketing

Selain fungsi keluar (CRM), blog juga berfungsi ke dalam atau untuk komunikasi kepada sesama pegawai. Nah, dalam ilmu manajemen, komunikasi ke internal ini bisa dianggap sebagai suatu knowledge sharing media. Jadi selain CRM, juga ada fungsi KMS pada sebuah blog perusahaan. Melalui blog, pegawai bisa sharing hasil seminar, training, worshop ataupun pengalaman lain dalam melakukan pekerjaannya. Dari sana pegawai lain dapat memperoleh pengetahuan yang sama. Fungsi lainnya adalah untuk menjaga agar tacit knowledge dari pegawai tersebut menjadi explicit knowledge perusahaan. Sehingga, jika si pegawai pensiun, resign, atau dipecat.. ilmu mereka bisa ditularkan kepada yang lain.

Lalu, apa arti blog untuk saya? Bagi individu, selain sebagai tempat curhat online, blog juga bisa menjadi media “self-marketing”. Dari  blog kita menuliskan apa yang ada dipikiran, apa yang kita ketahui, apa yang kita baca, dsb. Dari blog orang lain bisa menganggap kita “expert” pada hal-hal yang sering kita bahas.  Nah, biar banyak orang yang baca dan menganggap kita ahli di bidang tersebut maka layaknya sebuah blog harus dipromosikan juga. Di-share di Facebook, di Twitter, di Path dan lain-lain. Nah, ini yang masih sulit saya lakukan selain konsisten menulis tadi. Takut dibilang “expert”…hahahaha (emang ada? *geer*)

Btw, di sini aktivitas di blog menjadi salah satu ukuran kinerja para staff-nya. Bahkan di fakultas saya, ranking aktivitas di blog (jumlah postingan, backlink, dsb) dijadikan sebagai salah satu  “ukuran” bagus atau tidaknya kinerja seseorang (yang berujung pada besar kecil insentif per-periode?). Target (yang saya tahu) bagi setiap dosen adalah 30 postingan SEBULAN! Really??? *shock* Artinya one post one day (OPOD). Akhirnya blog dosen isinya bisa beraneka ragam termasuk curhat yang tidak berkaitan dengan expertisenya yang dapat menunjang profesionalismenya (seperti postingan saya ini… hahaha). Di sini saya merasa “misi” nge-blog tidak sesuai dengan apa yang saya baca dari buku Blog Marketing tadi. Ujung-ujungnya, nge-blog menjadi aktivitas yang cukup “membebani” (bagi saya) karena dikejar-kejar oleh target jumlah yang cukup besar bagi non-blogger seperti saya. Mungkin sebaiknya (IMHO), dosen diberikan motivasi yang lebih “baik” untuk nge-blog, lebih ilmiah, lebih esensial, tidak “hanya” dilihat kuantitasnya saja. Jangan hanya untuk menaikkan rating di Webo. Misalnya, setiap dosen diminta untuk posting abstrak atau resume dari artikel yang dia tulis di jurnal atau sampaikan di proceeding, resume pelatihan atau seminar yang dia ikuti, rencana penelitian, dan sebagainya. Dengan demikian, blog bisa dijadikan sebagai media KMS antar staf, sekaligus juga ke mahasiswa dan pembaca di luar organisasi.

Just my two cents…  🙂

Blog, What does it mean to me?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *